His Artinya

Salam Sobat Artinyo!

Terjemahan bahasa seringkali membingungkan karena artinya tampak berbeda-beda dari aslinya, terutama dalam bahasa Inggris. Salah satu kata yang saat ini cukup populer dan sering digunakan di berbagai media sosial yaitu “his”. Ternyata, terjemahan kata ini menjadi perdebatan yang sangat hangat. Apa sih, sebenarnya makna dari “his”? Apakah ada kelebihan dan kekurangan dalam penggunaannya? Yuk, simak penjelasannya secara detail!

Menjelaskan Apa yang Dimaksud dengan His

No Kata Terjemahan Makna
1 His Miliknya/dari dia Kata ganti kepemilikan dan keberadaan

Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “his” merupakan kata ganti kepemilikan atau posisi dari laki-laki ketika mengacu pada benda atau orang. Dalam bahasa Indonesia, “his” diterjemahkan menjadi “miliknya” atau “dari dia”.

Penjelasan lebih lanjut dalam tabel berikut:

Posisi Contoh Kalimat Arti
Subject He took his book Dia mengambil bukunya
Object I borrowed his pen Saya meminjam bolpennya
Possessive Pronoun This is his car Ini mobilnya

Sedangkan, dalam bahasa Inggris “his” digunakan ketika merujuk pada laki-laki. Bentuk ini digunakan untuk menunjukkan kepemilikan atau penunjuk letak terhadap benda atau orang yang dimiliki oleh laki-laki.

Meskipun begitu, penggunaan “his” juga sering dianggap belum tepat atau kurang sopan oleh beberapa orang karena terkesan gender bias atau tidak inclusif dalam merujuk pada benda atau orang yang memiliki jenis kelamin lain.

Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan His

Berikut penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan penggunaan kata “his”:

Kelebihan

1. Mudah digunakan

Penggunaan kata “his” cukup mudah dipahami dan digunakan oleh pemula. Sebagai kata sifat kepemilikan, penggunaan “his” dapat menunjukkan kepemilikan atau posisi dari laki-laki, sehingga dapat memudahkan pembaca untuk memahami kalimat yang dibaca.

2. Melambangkan kejantanan

Penggunaan “his” juga dapat melambangkan kejantanan dan maskulinitas. Hal ini dapat memperkuat citra maskulinitas pada lelaki dalam penggunaan bahasa sehari-hari.

Kekurangan

1. Sulit diaplikasikan dalam penggunaan yang inklusif

Penggunaan kata “his” seringkali kurang tepat dalam penggunaannya terutama dalam kalangan yang menghargai kesetaraan gender, seperti pada kalimat-kalimat yang merujuk pada orang atau benda yang tidak hanya dimiliki oleh laki-laki saja. Hal ini dapat menimbulkan kesan ketidak-inklusifan dan gender bias dalam bahasa yang digunakan.

2. Menyebabkan kesalahpahaman

Penggunaan “his” dalam kalimat-kalimat tertentu yang bisa merujuk pada pihak-perempuan, dapat menyebabkan kesalahpahaman. Sebagai contoh kalimat sederhana: “The doctor asked him to wait.” kalimat ini dapat disalahpahami sebagai dokter yang memintanya, padahal yang oleh dokter dimaksud adalah perempuan.

3. Tidak cukup netral

Penggunaan kata “his” dapat mengeksploitasi perbedaan gender, karena kata ini hanya merujuk ke pihak laki-laki, sementara perempuan terkadang diabaikan dalam penggunaan kata ganti kepemilikan.

FAQ: Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang His

1. Siapa yang bisa menggunakan kata “his”?

Kata “his” digunakan oleh orang yang ingin menunjukkan kepemilikan atau posisi dari laki-laki.

2. Apakah kata “his” bisa digunakan oleh perempuan?

Tidak. Penggunaan kata “his” hanya merujuk pada laki-laki, sehingga kata ini hanya dapat digunakan oleh laki-laki.

3. Apakah penggunaan kata “his” dapat mengeksploitasi perbedaan gender?

Ya, karena kata ini hanya merujuk ke pihak laki-laki, sementara perempuan terkadang diabaikan dalam penggunaan kata ganti kepemilikan.

4. Apakah penggunaan kata “his” kurang inklusif?

Ya, penggunaan kata “his” kurang inklusif karena kata ini hanya merujuk pada laki-laki saja, sementara ada benda dan orang dari jenis kelamin lain yang juga membutuhkan kata ganti kepemilikan.

5. Kapan sebaiknya kita menggunakan kata “his” dalam kalimat?

Kata “his” dapat digunakan pada kalimat-kalimat yang merujuk kepada benda atau orang yang hanya dimiliki oleh laki-laki, seperti “His car is parked in the garage” yang artinya mobilnya terparkir di garasi.

6. Apa alternatif kata ganti kepemilikan yang lebih inklusif dari kata “his”?

Alternatif yang dapat digunakan adalah “their” yang dapat merujuk pada benda atau orang dari jenis kelamin apapun.

7. Apakah kata “his” dapat digunakan untuk merujuk kepada peliharaan seperti anjing atau kucing?

Ya, kata “his” dapat digunakan untuk merujuk kepada peliharaan seperti anjing atau kucing yang dimiliki oleh laki-laki.

8. Apakah kata “his” harus selalu digunakan pada kalimat figuratif atau kiasan?

Tidak. Penggunaan kata “his” dapat digunakan pada kalimat-kalimat literal dan tidak figuratif seperti kalimat “Dia membawa bukunya” yang dalam bahasa Inggris dapat dirumuskan dengan “He brought his book”.

9. Apakah penggunaan kata “his” kurang sopan dalam beberapa kasus penggunaannya?

Terkadang. Penggunaan kata “his” tergantung pada konteks dan situasi penggunaan dalam kalimat. Ada kalimat yang kurang tepat menyebut kata “his” karena konteks yang kurang sesuai.

10. Bagaimana cara memperhatikan kesetaraan gender dalam penggunaan kata ganti kepemilikan?

Cara memperhatikan kesetaraan gender dalam penggunaan kata ganti kepemilikan adalah dengan mengganti kata ganti kepemilikan yang gender bias menjadi lebih inklusif seperti “their” untuk merujuk kepada benda atau orang dari jenis kelamin apapun.

11. Apakah kata “his” termasuk dalam kategori kata ganti kepemilikan atau kata sifat kepemilikan?

Kata “his” masuk dalam kategori kata ganti kepemilikan atau pronoun karena dapat merujuk kepada orang atau benda yang dimiliki oleh laki-laki.

12. Apa yang harus dilakukan ketika salah menggunakan kata “his” dalam kalimat?

Ketika salah menggunakan kata “his” dalam kalimat, sebaiknya segera diperbaiki dengan penggunaan kata ganti kepemilikan yang tepat, seperti “her” atau “their”.

13. Apakah penggunaan kata “his” harus selalu dihindari dalam sebuah kalimat?

Tidak. Penggunaan kata “his” tetap dapat digunakan dalam kalimat yang sesuai dengan konteks dan tidak memberikan kesan ketidak-inklusifan atau gender bias.

Kesimpulan: Memberikan Informasi yang Benar mengenai His dan Alternatifnya

Dalam penjelasan ini, dapat disimpulkan bahwa kata “his” pada dasarnya merupakan kata ganti kepemilikan yang digunakan untuk merujuk pada benda atau orang yang dimiliki oleh laki-laki. Meskipun begitu, penggunaan kata ini sering diketahui oleh beberapa orang kurang sopan dan tidak inklusif dalam merujuk pada benda atau orang yang memiliki jenis kelamin lain. Alternatif kata ganti kepemilikan yang lebih inklusif dan netral seperti “their” dapat dipertimbangkan untuk digunakan dalam berbagai kalimat untuk menghindari stigma yang gender bias atau tidak inclusive.

Actionable Conclusion: Menilai Kembali Penggunaan Bahasa Sehari-Hari yang Inklusif

Dari penjelasan ini, perlu untuk menilai kembali penggunaan bahasa sehari-hari yang lebih inklusif dan netral bagi siapa saja terlepas dari jenis kelaminnya. Dalam penggunaan kata ganti kepemilikan, alternatif seperti “their” dapat dipertimbangkan untuk memperkuat nilai-nilai kesetaraan dan kedaulatan dalam penggunaan bahasa sehari-hari. Ayuk, kita jadi pelopor generasi yang inklusif!

Demikianlah informasi lengkap mengenai kata “his” dan alternatifnya, semoga bermanfaat!

Penutup:

Sekedar informasi bahwa artikel ini ditulis untuk tujuan SEO dan tidak dimaksudkan untuk mengendalikan penggunaan bahasa sehari-hari. Seluruh informasi yang terdapat dalam artikel ini bersumber dari bahan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan, namun demikian pembaca harus menyeleksi dan menilai ulang informasi-informasi tersebut sesuai dengan konteks dan situasi penggunaannya.